Pemimpinku ..........
Tembok kokoh berdiri disamping monas
Bangunan megah elok di samping senayan
Tempat wakil rakyat yang belum tentu merakyat
Bercokolnya anjing-anjing yang garang akan uang rakyat
Dalih reformasi birokrasi yang tak jelas rimbanya
Suara lantang untuk mementingkan golongan dan perut sendiri
Pemimpinku .......
Sampai kapan rakyat jelata merintih
Sampai kapan jutaan orang miskin mengais rejeki di selokan
Ratapan anak dan bayi yang menelan ludah dan liurnya karena menahan lapar
Pemimpinku .......
Lihat rakyatmu ini dengan hati dan logika manusia
Kami tidak butuh ocehan ilmu dari mulut singamu
Kami sudah lelah dengan tingkah polahmu
Kami sudah muak dengan wajah bengis dan liarmu
Pemimpinku .....
Apa perlu kami bergerak
Apa perlu kami bertindak
Renungkan jika kami memakai pengadilan rakyat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar